Gertak AS, Mojtaba Khamenei: Kami Siapkan Pelajaran yang Tak Akan Dilupakan Washington

Gelombang serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran langsung dibalas dengan ancaman respons militer dari Teheran. Dalam pesan pertamanya setelah serangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyatakan angkatan bersenjata negaranya telah menyiapkan “pelajaran tak terlupakan” bagi Washington.
Pernyataan itu muncul ketika situasi di kawasan kembali memasuki fase yang semakin tegang. Tidak lama setelah serangan AS dilaporkan terjadi, media Iran memberitakan bahwa angkatan bersenjata Iran mulai menjalankan operasi sebagai bentuk pembalasan.
Kantor berita Tasnim pada Selasa malam, 1 September 2026, melaporkan bahwa operasi militer Iran telah dimulai.
“Operasi tegas telah dimulai oleh angkatan bersenjata Iran sebagai tanggapan atas agresi Amerika,” demikian laporan Tasnim.
Iran siapkan rudal dan drone
Menurut laporan tersebut, respons Iran diarahkan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat serta kepentingan AS di berbagai wilayah kawasan.
Tasnim menyebut rudal dan pesawat nirawak atau drone akan menjadi bagian dari operasi tersebut. Namun, ketika laporan diterbitkan, rincian mengenai target awal, skala serangan, maupun dampak operasi masih terus berkembang.
Situasi ini membuat perkembangan di lapangan masih sulit dipetakan secara menyeluruh. Informasi yang muncul berasal dari laporan media dan pernyataan pihak Iran, sementara sejumlah klaim belum memperoleh konfirmasi langsung dari Washington.
Salah satu klaim yang turut muncul adalah jatuhnya drone MQ-9 milik Amerika Serikat.
Tasnim melaporkan sebuah MQ-9 ditembak jatuh di atas wilayah Khomein, Provinsi Markazi, yang berada di barat daya Teheran.
Namun, hingga laporan tersebut diterbitkan, belum ada pernyataan langsung dari pemerintah atau militer AS yang mengonfirmasi bahwa pesawat nirawak tersebut benar-benar hilang.
Peringatan keras dari IRGC
Respons Iran tidak hanya datang melalui laporan mengenai operasi militer. Peringatan terbuka juga disampaikan pejabat militer Iran menjelang munculnya laporan tentang dimulainya operasi tersebut.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Hossein Mohebi, memberikan pesan langsung kepada Washington.
“Hukuman berat menanti para agresor,” kata Mohebi.
Ia juga memperingatkan bahwa Amerika Serikat akan menghadapi konsekuensi dari serangan terbaru yang dilakukannya.
“Amerika Serikat akan menyesali serangan-serangan barunya,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Teheran tidak menggambarkan responsnya sebagai tindakan terbatas. Iran justru menggunakan bahasa yang menandakan adanya persiapan untuk memberikan tekanan militer lebih lanjut terhadap kepentingan AS.
Iran menyebut serangan AS sebagai agresi
Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran bersama Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya juga mengeluarkan pernyataan mengenai respons terhadap serangan AS.
Dalam pernyataan bersama itu, Iran mengatakan serangan Amerika sebelumnya menyasar sejumlah titik di Sistan dan Baluchistan serta Hormozgan.
Sebagai respons, angkatan bersenjata Iran menyatakan akan melancarkan serangan yang disebut “melumpuhkan” terhadap Amerika Serikat.
Bahasa yang digunakan dalam pernyataan tersebut memperlihatkan posisi Teheran yang menganggap serangan terbaru AS sebagai agresi militer yang harus dibalas.
Iran juga menyampaikan peringatan bahwa keberlanjutan operasi militer Amerika di kawasan justru akan meningkatkan konsekuensi yang harus ditanggung Washington.
“Semakin keras tentara teroris Amerika bersikeras melanjutkan tindakan jahatnya di kawasan ini, semakin besar kerugian dan semakin berat konsekuensi yang harus mereka tanggung,” demikian pernyataan tersebut.
Eskalasi menjadi perhatian utama
Perkembangan ini penting bukan hanya karena adanya pertukaran serangan antara Iran dan Amerika Serikat, tetapi juga karena adanya kemungkinan peningkatan intensitas konflik.
Jika operasi Iran benar-benar meluas ke pangkalan militer dan kepentingan AS di kawasan seperti yang diberitakan Tasnim, maka ruang konflik dapat menjadi semakin luas. Sebaliknya, apabila Washington merespons serangan tersebut dengan operasi militer tambahan, siklus serangan dan pembalasan berpotensi semakin sulit dihentikan.
Untuk saat ini, sejumlah informasi masih menunggu konfirmasi dari pihak Amerika Serikat, terutama terkait klaim jatuhnya drone MQ-9 dan dampak awal operasi Iran.
Karena itu, perkembangan berikutnya akan sangat bergantung pada laporan lapangan serta pernyataan resmi kedua pihak.
Yang jelas, pesan dari Teheran sudah disampaikan dengan cukup tegas: serangan terbaru AS tidak akan dibiarkan tanpa respons. Iran menyatakan telah memulai langkah pembalasan dan memperingatkan bahwa konsekuensi bagi Washington dapat menjadi lebih berat apabila serangan terhadap negaranya terus berlanjut.
Sumber: Kantor Berita Tasnim