Dalam Wawancara, Trump Klaim Mojtaba Khamenei “90 Persen Sudah Tiada”

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan sejumlah pernyataan terkait kondisi kepemimpinan dan kemampuan militer Iran dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Senin (13/7/2026).
Dalam wawancara tersebut, Trump mengeklaim bahwa Mojtaba Khamenei, putra mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang disebut sebagai penerusnya, “90 persen sudah tiada.”
Selain itu, Trump mengatakan bahwa kemampuan militer Iran mengalami kerusakan besar setelah serangan yang dilakukan AS dan Israel pada 28 Februari.
“Mereka tidak punya angkatan laut. Mereka tidak punya angkatan udara. Semuanya sudah hilang. Sistem pertahanan udara mereka hilang. Para pemimpin mereka semuanya telah terbunuh,” kata Trump, sebagaimana dikutip Anadolu.
Trump juga mengeklaim bahwa para komandan utama Iran telah gugur dalam konflik tersebut.
“Pemimpin terbaik mereka telah terbunuh. Mereka sudah tidak ada. Khomeini sudah tidak ada,” ujar Trump.
Dalam pernyataannya, Trump menggunakan nama Ayatollah Ruhollah Khomeini, tokoh Revolusi Iran yang wafat pada 1989. Namun, konteks ucapannya tampak merujuk kepada Ali Khamenei, yang dalam narasi yang disampaikan disebut telah meninggal dunia pada hari pertama serangan AS-Israel.
Trump kemudian kembali menyinggung Mojtaba Khamenei dengan mengatakan, “Anak (Ali Khamenei) 90 persen sudah tiada.”
Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum terdapat konfirmasi independen maupun pernyataan resmi dari otoritas Iran yang memverifikasi klaim-klaim yang disampaikan Trump mengenai kondisi Mojtaba Khamenei maupun situasi kepemimpinan Iran.